Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2012

Polwan-Polwan Cantik Jakarta

Bila di Bandung ada polisi ganteng (Polteng), di Jakarta ada polisi-polisi cantik. Srikandi-srikandi di jajaran National Traffic Management Centre (NTMC) Polda Metro Jaya inilah yang mengabarkan arus lalu lintas Jakarta.



Di antara polisi-polisi cantik tersebut terdapat, Brigadir Avvy Olivia.





Brigadir Avvy Olivia (kiri), Briptu Eka Frestya dan Inspektur Eny Kuswidiyanti Regama (kanan) mungkin sudah tidak asing lagi karena kerap tampil di sebuah stasiun televisi untuk mengabarkan arus lalu lintas Jakarta.



Brigadir Handayani saat tengah bertugas 27 Fabruari lalu.



Sebelum bertugas, wajah perlu dipercantuik terlebih dahulu.











Sabtu, 24 Maret 2012

Pasukan Keamanan Turki menewaskan 15 pemberontak Kurdi

Ankara Tentara Turki Tembak 15 Perempuan Separatis Kurdi yang merupakan kaum perempuan dalam pertempuran di jantung kelompok separatis, bagian tenggara negara tersebut.

Pertempuran pecah sehari setelah tentara Turki melakukan serangan besar-besaran terhadap Partai Pekerja Kurdistan di dekat perbatasan Irak.

Dikutip detikcom dari Reuters, pertempuran yang menewaskan 15 perempuan dari kelompok separatis itu terjadi Sabtu (24/3/2012), di pedesaan Provinsi Bitlis, yang merupakan pusat pemberontakan bersenjata.

Kementerian dalam negeri juga menyatakan, selain menewaskan anggota kelompok bersenjata Kurdi, tiga pasukan separatis mengalami luka dalam pertempuran tersebut.

Jumat (23/3) sebelumnya, pasukan keamanan melakukan operasi terbesar tahun ini dengan sasaran gerilyawan. Dalam operasi itu, 7 petugas keamanan dan 6 pemberontak tewas.

Serangan sekitar kawasan Gunung Cudi di dekat perbatasan Irak melibatkan ribuan anggota pasukan keamanan, termasuk polisi dan tentara, yang didukung dengan helikopter dan jet tempur.

Dari pertempuran antara pasukan keamanan Turki dan Kurdi yang terjadi Sabtu (24/3) kemarin, tercatat 21 korban tewas dalam sepekan. Sementara itu, tercatat 8 orang pasukan keamanan Turki tewas dalam kurun sepekan.

Kamis, 22 Maret 2012

28 Wanita Indonesia Tak Sengaja Temukan Madagaskar 1200 Tahun Silam

 28 Wanita Indonesia Tak Sengaja Temukan Madagaskar 1200 Tahun Silam

Madagaskar, Wow! Sebuah studi terbaru menyatakan, wanita-wanita Indonesia secara tidak sengaja menemukan Madagaskar yang terletak di Afrika. Sekitar 1200 tahun yang lalu, sedikitnya 28 wanita asal Indonesia terdampar di pulau ini. Mereka kemudian menetap dan memiliki keturunan yang menjadi penghuni Madagaskar.

Selama ini diketahui bahwa nenek moyang penduduk Madagaskar berasal dari Indonesia. Namun mengingat bahwa jarak Indonesia dengan Madagaskar adalah sejauh 5.600 km, timbul pertanyaan bagaimana caranya warga Indonesia bisa sampai ke pulau ini?

"Apa yang kita belum tahu adalah bagaimana itu semua terjadi. Kapan tepatnya orang-orang tersebut tiba dan bagaimana caranya mereka sampai (di Madagaskar)?" ujar peneliti dari Universitas Massey, Selandia Baru, Murray Cox, kepada LiveScience dan dilansir oleh msnbc.com, Kamis (22/3/2012).

Untuk mencari tahu, Cox dan rekannya melakukan analisis gen dari mitochondria 300 warga asli Madagaskar dan 3.000 warga Indonesia. Mitochondria juga disebut sebagai pabrik energi sel-sel manusia. Biasanya mitochondria diwariskan oleh ibu kepada anaknya. Gen tersebut menunjukkan kesamaan yang jelas antara gen orang Indonesia dengan orang Madagaskar.

Kemudian untuk mengetahui kapan dan berapa banyak warga Indonesia yang pertama kali menemukan Madagaskar, tim peneliti melakukan simulasi komputer. Simulasi dimulai dengan populasi awal Madagaskar hingga saat ini, sampai akhirnya ditemukan data yang cocok.

Yang menakjubkan, hasil penelitian tersebut menemukan bahwa populasi paling awal di Madagaskar adalah 30 wanita yang tiba pada 1200 tahun lalu. Sekitar 93 persen populasi awal, atau sebanyak 28 orang wanita tersebut berasal dari Indonesia. Sedangkan sekitar 7 persen lainnya atau sebanyak 2 orang wanita berasal dari Afrika. Dan semua penduduk asli Madagaskar merupakan keturunan dari 30 wanita tersebut.

Lalu bagaimana caranya wanita-wanita tersebut melanjutkan keturunan jika tidak ada populasi pria? Penelitian ini juga menganalisis hal tersebut. Hasilnya menyatakan, pria-pria penduduk awal Madagaskar juga berasal dari wilayah Asia Tenggara, tapi sayangnya tidak diketahui jumlah pastinya.

"Anda melihat bahwa kromosom Y Indonesia ada pada populasi saat ini. Kami juga tahu bahwa baik pria maupun wanita Madagaskar berasal dari Indonesia, namun kami tidak tahu persis berapa jumlah pria saat itu. Perkiraan kami hanya sedikit," jelas Cox.

Kemudian mengenai bagaimana caranya mereka bisa sampai ke Madagaskar, tim peneliti memperkirakan mereka merupakan penumpang kapal tujuan Afrika yang terdampar karena kecelakaan kapal sebelum mencapai tujuan. "Saya tidak bisa memastikan bahwa memang ada kecelakaan kapal saat itu, namun bukti-bukti baru yang ada cukup kuat menunjukkan demikian," tandasnya.