Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2011

Mengusir Cacing dengan Herbal





Infeksi cacing usus atau biasa disebut dengan cacingan umumnya banyak terjadi pada anak-anak, karena mereka tidak terlalu memperhatikan kebersihan. Namun cacingan juga dapat menyerang orang dewasa. Ada beberapa macam cacingan tergantung dari jenis cacing yang menginfeksinya, yang paling sering ditemui di dalam usus manusia yaitu cacing gelang, cacing kremi, cacing cambuk, cacing pita, dan cacing tambang. Cacing–cacing tersebut masuk ke dalam perut/usus melalui mulut,

Cacing dapat masuk ke dalam tubuh (usus) karena kurangnya menjaga kebersihan, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, pembuangan feses (kotoran manusia) di sembarang tempat, atau lalat yang hinggap di makanan. Cacing-cacing tersebut bertelur di usus dan cacing yang sudah matang dikeluarkan bersama dengan feses. Walaupun cacingan sepertinya merupakan penyakit ringan, namun cacing atau larvanya dapat menyebar dan menginfeksi organ lainnya sehingga menimbulkan gangguan penyakit yang lebih berat.

Berikut ini beberapa jenis infeksi cacing pada manusia.

1.Infeksi Cacing Kremi (Oxyuriasis)
Disebabkan oleh cacing kremi (Oxyuris vermicularis) atau disebut juga cacing kerawit, yaitu cacing kecil halus seperti benang, berwarna putih dengan panjang kira-kira 3-5 mm pada cacing jantan dan yang betina sekitar 8-13 mm. Infeksi cacing ini biasa ditemukan di daerah tropis dan sedang dengan sanitasi yang kotor, terjadi pada anak-anak yang berumur sekitar 5-14 tahun terutama dengan kebiasaan memasukan tangan ke dalam mulut. Jenis cacing ini akan memakan isi usus, cacing betina pindah dan bertelur di usus sebelah bawah (sekitar anus). Telur–telurnya akan merayap keluar menuju dubur sehingga menimbulkan rasa gatal. Bila digaruk dengan tangan akan menempel di ujung kuku dan dapat masuk ke dalam mulut ketika memasukan makanan. Gatal terutama pada malam hari sehingga mengganggu tidur, juga menyebabkan iristasi kulit, pada anak perempuan kadang terjadi radang vagina.

2.Infeksi cacing Gelang (Ascariasis)
Penyakit cacingan yang disebabkan oleh infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) yang hidup dalam usus halus manusia. Cacing ini tergolong jenis cacing besar, berukuran sekitar 20-30 cm, berwarna merah dadu dan putih. Telur-telur cacing gelang keluar dari tubuh manusia bersama dengan kotoran (feses). Cacing gelang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi feses manusia, misalnya melalui lalat yang menghinggapi makanan atau sayur yang terkontaminasi telur cacing gelang yang tidak dicuci dengan bersih.
Gejala atau tanda terinfeksi cacing gelang yaitu perut terasa tidak enak, lesu, tidak napsu makan, muka pucat, mual, badan kurus, dan perut buncit. Fesesnya encer, kadang bercampur lendir dan darah, cacing tampak keluar dalam feses. Larva cacing gelang dapat masuk melalui pembuluh darah atau limfe, bila menyerang paru-paru dapat menyebabkan radang paru dan batuk. Sedangkan cacing gelang yang dewasa dapat bermigrasi ke usus buntu hingga menyebabkan radang usus.

3.Infeksi Cacing Pita (Taeniasis)
Cacing pita (Taenia sp.) bentuknya panjang pipih menyerupai pita, kepalanya kecil dan mempunyai kait untuk melekatkan diri pada dinding usus. Cacing pita mempunyai banyak jenis, tetapi ada tiga yang biasa dikenal yaitu cacing pita daging, cacing pita ikan dan cacing pita babi. Jenis cacingan ini disebabkan pengkonsumsian daging (terutama sapi dan babi) yang mengandung cacing pita dan memasaknya kurang matang.
Gejala atau tanda terinfeksi cacing pita antara lain : perut terasa mulas dan mual, kadang perih dan tajam menusuk-nusuk tetapi akan hilang sesudah makan. Selain itu muka pucat, pusing, kurang nafsu makan, dan feses berlendir.

Pencegahan
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari infeksi cacing usus, antara lain :
- jagalah kebersihan pribadi, makanan dan lingkungan dengan baik
- mencuci tangan dengan bersih terutama sebelum makan dan setelah buang air besar,
- menggunting kuku dan hindari kebiasaan menggigit kuku
- cuci sayur dengan bersih dan masak daging hingga benar-benar matang
- sediakan fasilitas jamban yang memadai, jangan buang air besar sembarangan
- sebaiknya anak-anak diberi obat cacing setiap 6 bulan sekali

Herba untuk memberantas Cacingan
Selain dengan obat modern, cacingan juga dapat dilawan dengan obat alami dari herba/tumbuhan obat yang berkhasiat sebagai anthelminthik (anti-cacing), antara lain adalah biji pinang (Areca catechu), biji wudani (Quisqualis indica), kulit dan akar delima (Punica granatum), biji labu kuning (Cucurbita moschata), temu giring (Curcuma heyneana), biji dan akar pepaya (Carica papaya), bawang putih (Alium sativum), ketepeng (Cassia alata), mindi kecil (Melia azedarach). Secara empiris (pengalaman) berbagai tumbuhan obat tersebut efektif mengatasi cacingan, diantaranya juga telah dilakukan penelitian dan terbukti mengandung senyawa aktif yang berkhasiat anthelminthik.
Pada biji pinang mengandung arekolin yaitu salah satu alkaloid yang berfungsi sebagai obat cacing. Kulit buah dan akar delima mengandung alkaloid dan tanin yang berkhasiat anthelminthik terutama pada cacing gelang dan cacing pita. Senyawa potassium quisqualata yang terkandung pada buah wudani dapat membunuh cacing usus. Komponen aktif lainnya yang berkhasiat anthelminthik adalah glukosida cacirin yang terkandung dalam buah pepaya, cucurbitin pada biji labu kuning, diallil disulfida pada bawang putih, serta toosendanin yang terkandung pada kulit batang dn kulit akar mindi.

Berikut beberapa contoh resep herbal untuk mengatasi cacingan.

Resep 1.
15 gram biji pinang kering di tumbuk + 60 gram biji labu kuning yang kering ditumbuk + 15 gram kulit delima kering. Semua bahan direbus dengan 600 cc air (dengan api kecil) hingga tersisa 200 cc, disaring, setelah dingin airnya diminum. (untuk semua jenis cacing).

Resep 2.
Biji wudani disangrai sampai matang, lalu dimakan dengan dikunyah ½ jam sebelum makan. Anak kecil 3-15 biji sehari, dewasa 15-30 biji sehari, dibagi untuk 3 kali makan. Lakukan berturut-turut selama 15 hari (satu keur). Setelah satu bulan dimakan satu keur lagi. (untuk cacing kremi, cacing tambang, cacing gelang, cacing cambuk).

Resep 3.
20 gram temu giring segar + 15 gram temu hitam segar + 2 siung bawang putih, dicuci dan didihaluskan atau diblender dengan menambahkan 100 cc air hangat, disaring, diminum pada pagi hari setengah jam sebelum makan. (untuk cacing kremi dan cacing gelang)

Catatan : pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. untuk perebusan gunakan panci enamel, peruk tanah, panci kaca/pyrex. ***

Sumber: hembing

Jumat, 30 September 2011

10 Makanan Yang Akan Membuat Anda Tidur Lelap

Apa rahasia untuk mendapatkan tidur 7 – 8 jam yang nyenyak? Anda perlu pergi ke dapur dan menikmati satu atau dua dari 10 daftar makanan di bawah ini. Makanan ini merelaksasi otot yang tegang, menenangkan pikiran dan mengaktifkan hormon untuk membantu Anda tidur yaitu serotonin dan melatonin.

Pisang
Pisang
Pisang seperti obat tidur alami. Selain mengandung melatonin dan serotonin dalam jumlah kecil, pisang juga mengandung magnesium, bahan yang dapat merangsang relaksasi otot

Teh Chamomile
Teh Chamomile
Teh Chamomile mempunyai efek penenang yang dapat menurunkan stress fisik maupun mental, membuat teh ini minuman yang cocok untuk dikonsumsi sebelum tidur

Susu hangat
Susu hangat
Bukan, ini bukan mitos, segelas susu hangat sebelum tidur dapat membantu tidur Anda. Susu mengandung tryptophan, yaitu asam amino yang mempunyai efek sedatif dan kalsium yang membantu otak untuk menggunakan tryptophan.

Madu
Madu
Tambahkan madu sedikit di dalam susu atau teh Anda. Gula dapat meningkatkan energi, tetapi dalam jumlah yang sedikit, gula dapat memberitahu otak Anda untuk menurunkan kinerja orexin. Neurotransmiter yang berhubungan dengan kesadaran Anda.

Kentang
Kentang
Sedikit kentang rebus atau kentang panggang di malam hari tidak akan menaikkan berat badan Anda. Kentang membersihkan asam yang dapat mengganggu kinerja tryptophan di dalam tubuh.

Oatmeal
Oatmeal
Oatmeal sebelum tidur adalah jalan tercepat menuju tidur, karena oatmeal merangsang produksi melatonin di dalam tubuh pada malam hari.

Kacang Almond
Kacang  Almond
Almond adalah kacang yang baik bagi kesehatan jantung. Tetapi almond juga dapat membantu tidur Anda karena mengandung tryptophan dan magnesium.

Flaxseed
Flaxseed
Flaxseed kaya akan asam omega-3 yang dapat membantu memperbaiki mood Anda. Konsumsi flaxseed ketika Anda sedang mengalami stress atau depresi berat. Tidur Anda akan lebih nyenyak.

Roti Gandum
oti Gandum
Sepotong roti gandum dan teh akan merangsang insulin di dalam tubuh Anda, yang berguna untuk membantu kinerja tryptophan untuk bereaksi di otak. Dimana tryptophan akan diubah menjadi serotonin yang memberi tahu otak Anda untuk tidur.

Daging Kalkun

Daging kalkun adalah sumber yang sangat baik untuk tryptophan. Tryptophan bekerja ketika perut Anda kosong dan tidak ketika Anda sangat kenyang. Tetapi 1 sampai 2 potong dari daging kalkun bersama dengan roti gandum pada waktu sore hari akan dapat membantu membuat tidur Anda lebih nyenyak di malam hari.

Jumat, 16 September 2011

Kandungan dan Manfaat Lidah Buaya

Kandungan dan Manfaat Lidah Buaya

Kandungan dan Manfaat Lidah Buaya
lidah buaya atau Aloe vera adalah tanaman tropis sukulen yang memiliki bentuk seperti daun berdaging. Daun ini memiliki banyak manfaat, baik sebagai obat maupun untuk kosmetik.
Lidah buaya merupakan tanaman yang cukup unik karena mengandung berbagai senyawa biologis aktif, seperti mannans asetat, polymannans, antrakuinon, dan berbagai lektin. Menurut data yang ada, tanaman Lidah Buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku industri.

Tanaman Lidah Buaya memiliki beragam jenis. Setidaknya ada sekitar 200 jenis Tanaman Lidah Buaya yang telah diketahui. Dari ke 200 jenis tersebut yang paling bagus digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis Miller. Jenis ini setidaknya mengandung 72 jenis zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Dari 72 zat tersebut terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Selain mengandung sekitar 75 jenis zat yang telah dikenal bermanfaat dan lebih dari 200 senyawa lain yang membuatnya layak digunakan dalam pengobatan herbal.
Zat-zat tersebut termasuk enzim yang membantu pencernaan dan mengurangi peradangan, semua jenis vitamin terkecuali vitamin D, mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim, gula rantai panjang untuk menyeimbangkan kembali sistem pencernaan; saponin yang berfungsi sebagai anti-mikroba, dan 20 dari 22 jenis asam amino.

Berikut ini adalah sejumlah khasiat dan manfaat yang dapat Anda peroleh dari lidah buaya :
1. Detoksifikasi. Jus lidah buaya adalah peluruh racun alami, tetapi juga mengandung beragam vitamin dan mineral yang membantu tubuh kita mengatasi stres dalam kehidupan sehari-hari.
2. Gangguan pencernaan. Lidah buaya berguna terutama pada kasus panas perut serta iritasi usus dan tukak lambung. Lidah buaya diketahui dapat menenangkan esofagus dan mengatasi refluks asam.
3. Kesehatan mulut. Lidah buaya sangat bermanfaat untuk masalah mulut dan gusi, terutama dalam memperbaiki gusi yang memburuk.
4. Perawatan kulit. Fungsinya juga menghilangkan jerawat, melembabkan kulit, detoksifikasi kulit, penghapusan bekas luka dan tanda, mengurangi peradangan, serta perbaikan dan peremajaan kulit.
5. Diabetes. Setengah sendok jus lidah buaya yang diberikan selama 14 minggu terbukti mengurangi kadar gula darah sebesar 45 persen.
6. Membantu gerakan usus. Aloe lateks mengandung antrakuinon glycosidesaloin A dan B yang bermanfaat sebagai obat pencahar yang kuat.
7. Menjaga berat badan. Jus lidah buaya telah digunakan selama bertahun-tahun untuk menurunkan berat badan.
8. Kekebalan. Lidah buaya merupakan antioksidan yang penuh kontra radikal bebas untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
9. Luka bakar. Gel lidah buaya dapat menyembuhkan dan memperbaiki kulit yang terkena luka bakar, termasuk luka bakar akibat paparan sinar matahari.
10. Ketombe. Lidah buaya dapat membantu mengurangi gatal dan ketombe. Lidah buaya juga bisa digunakan untuk perawatan rambut sebelum keramas.

Kamis, 15 September 2011

Manfaat Buncis Untuk Mengatasi Sembelit

Manfaat Buncis Untuk Mengatasi Sembelit
Manfaat Buncis Untuk Mengatasi Sembelit
Sayuran yang masuk dalam jenis polong-polongan ini cukup mudah diolah. Rasanya krenyes renyah dan segar, biasa dijadikan sup ataupun ditumis. Kandungan proteinnya cukup tinggi mampu menjaga metabolisme tubuh tetap dalam keadaan baik.

Siapa yang tidak kenal dengan buncis? Phaseolus vulgaris L. atau buncis ini berasal dari bahasa Belanda, boontjes. Buncis termasuk sayuran yang masuk ke dalam jenis polong-polongan. Seperti halnya jenis polong-polongan, buncis juga mengandung protein nabati yang cukup tinggi. Tapi tidak hanya itu saja, vitamin yang terdapat di dalam buncis juga tak kalah jumlahnya.

Kandungan protein nabati dan juga vitamin yang tinggi pada buncis, dapat membantu menurunkan tekanan darah serta menjaga metabolisme gula darah dalam tubuh berjalan dengan baik. Sehingga buncis tetap aman dikonsumsi oleh mereka yang mengidap penyakit diabetes maupun hipertensi.

Buncis juga mengandung serat dan enzim yang cukup tinggi sehingga membantu lambung mencerna lebih baik. Untuk Anda yang sedang menjalankan program diet, buncis tentunya sangat baik dimasukkan dalam menu harian Anda. Serat yang baik mencegah Anda terserang konstipasi atau sembelit.

Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini, buncis dapat menstimulus sistem kekebalan tubuh secara alami dan menetralkan gula darah. Di bulan puasa, mengkonsumsi buncis sangatlah baik. Selain asupan serat harian terpenuhi, buncis juga mudah diolah menjadi orak-arik untuk santap sahur menu.

Zat Bius (Anestesi) Dapat Menggangu Perkembangan Anak

Zat Bius (Anestesi) Dapat Menggangu Perkembangan Anak

Zat Bius (Anestesi) Dapat Menggangu Perkembangan Anak
Penelitian awal menunjukkan adanya hubungan antara pemakaian anestesi (zat bius) pada masa awal kanak-kanak dengan gangguan tingkah laku dan perkembangan anak di kemudian hari.

Peneltian tersebut menyatakan bahwa anak-anak yang terpapar zat ini memiliki kemungkinan dua kali lebih besar terkena gangguan perkembangan bila dibandingkan dengan anak lain yang tidak terpapar.

"Namun fakta ini baru merupakan temuan awal yang harus dikonfirmasi lagi", kata guru besar anestesiologi dan kedokteran anak, Lena S. Sun, MD, yang juga merupakan salah satu peneliti yang melakukan penelitian tersebut.

Dia menambahkan bahwa hasil penelitian tersebut harus ditanggapi dengan hati-hati, dan hendaknya tidak membuat para orang tua menjadikannya suatu alasan untuk menghindari operasi, karena penelitian ini masih harus ditunjang oleh penelitian lanjutan.

Sampai saat ini, semua penelitian tentang topik tersebut menggunakan obyek binatang pecobaan. Pada beberapa tikus percobaan, terlihat bahwa zat bius yang umum digunakan memang beracun bagi perkembangan otak.

Dalam upaya untuk membuktikan apakah zat bius tersebut beracun juga bagi manusia, maka Dr. Sun dan rekan-rekannya dari Columbia University's College of Physicians and Surgeons memeriksa rekaman medis sebanyak 625 anak yang pernah terpapar zat bius selama masa operasi dan juga rekaman medis 5000 anak lainnya yang tidak memiliki riwayat terpapar zat bius.

Semua anak-anak yang diperiksa datanya tersebut memiliki kesamaan, yaitu sama-sama lahir antara tahun 1999-2000 dan juga merupakan peserta program New York State Medicaid. Mereka menjalani operasi hernia.

Setelah menyesuaikan beberapa faktor yang berkaitan dengan gangguan perkembangan dan tingkah laku, termasuk berat badan lahir yang rendah dan jenis kelamin, para peneliti menarik kesimpulan bahwa anak-anak yang memiliki riwayat terpapar zat bius berisiko dua kali lebih besar untuk terkena gangguan perkembangan dan tingkah laku bila dibandingkan dengan anak-anak lain yang tidak terpapar zat bius.

Dr. Sun menyampaikan hasil penelitiannya pada pertemuan tahunan American Society of Anesthesiologists di Orlando, Florida hari Selasa kemarin. Dia juga menyatakan bahwa hasil penelitiannya ini mungkin saja dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu kesulitan ekonomi orang tua dari anak-anak tersebut.

"Data yang diambil dari anak-anak peserta program Medicaid (bantuan kesehatan) ini mungkin kurang akurat, mengingat ada faktor lain (kondisi ekonomi para orang tua) yang juga perlu dipertimbangkan", kata Dr. Sun.

Untuk itu, Dr. Sun dan rekan-rekannya sedang merencanakan suatu penelitian lain yang dapat memberikan hasil lebih akurat.